100 Cars That Changed the World: The Designs, Engines, and Technologies That Drive Our Imaginations

100 Cars That Changed the World: The Designs, Engines, and Technologies That Drive Our Imaginations

PPKn *"Negeriku Sedang Dilahap Rayap"*

Karya: Taufik Ismail

Kita Hampir Paripurna
menjadi Bangsa Porak- Poranda,
Terbungkuk Dibebani Hutang
dan Merayap Melata Sengsara di dunia.
Pergelangan Tangan dan Kaki Indonesia “DIBORGOL” di Ruang Tamu Kantor Pegadaian Jagat Raya.

Negeri kita “Tidak Merdeka Lagi”,
Kita sudah jadi Negeri Jajahan Kembali.
Selamat Datang dalam
“Zaman Kolonialisme Baru,”
Saudaraku.
Dulu penjajah kita “Satu Negara”,
Kini penjajah kita “Multi-Kolonialis”
banyak bangsa.

Mereka “Berdasi Sutra”,
Ramah-Tamah luar biasa
dan Banyak Senyumnya.
Makin banyak kita
“Meminjam Uang,
Makin Gembira”
karena “Leher Kita
Makin Mudah Dipatahkannya”.

Bergerak ke kiri “Ketabrak Copet”
Bergerak ke kanan “Kesenggol Jambret”,
Jalan di depan “Dikuasai Maling’,
Jalan di Belakang penuh “Tukang Peras”,
Yang di atas “Tukang Tindas.”

Lihatlah PARA MALING itu
kini mencuri secara Berjamaah.
Mereka berSaf-Saf Berdiri Rapat,
Teratur Berdisiplin dan Betapa Khusyu’.
Begitu rapatnya mereka berdiri
susah engkau menembusnya,
Begitu Sistematis.

Itukah rezim yang kalian banggakan dan di bela-bela.
Lalu dari sisi mana hebatnya rezim sekarang ini.

"Puisi Baru Taufik Ismail"
.

Assalamualaikum warahmatullahi Wabarokatuh Selamat Pagi Ananda semua, ini adalah kegundahan dan penglihatan seorang puiser Taufik Ismail ttg negeri hari ini

Dirimu telaah maksudnya, cari fakta dan data untuk membenarkan, atau membantah, tentu secara logis dan bersandar pada
1. Tujuan Nasional,
2Pancasila dg penjabaran nya,
3 dan Konstitusi UUD 1945
- Pasal 1 ayat 2
- pasal 27 s,d 34

Yunitra Devi:
Setelah dapat hasil analisanya hubungkan dengan persatuan dan kesatuan dimasa Reformasi..

MOHON DIBANTU TEMAN-TEMAN​

*"Negeriku Sedang Dilahap Rayap"*

Karya: Taufik Ismail

Kita Hampir Paripurna
menjadi Bangsa Porak- Poranda,
Terbungkuk Dibebani Hutang
dan Merayap Melata Sengsara di dunia.
Pergelangan Tangan dan Kaki Indonesia “DIBORGOL” di Ruang Tamu Kantor Pegadaian Jagat Raya.

Negeri kita “Tidak Merdeka Lagi”,
Kita sudah jadi Negeri Jajahan Kembali.
Selamat Datang dalam
“Zaman Kolonialisme Baru,”
Saudaraku.
Dulu penjajah kita “Satu Negara”,
Kini penjajah kita “Multi-Kolonialis”
banyak bangsa.

Mereka “Berdasi Sutra”,
Ramah-Tamah luar biasa
dan Banyak Senyumnya.
Makin banyak kita
“Meminjam Uang,
Makin Gembira”
karena “Leher Kita
Makin Mudah Dipatahkannya”.

Bergerak ke kiri “Ketabrak Copet”
Bergerak ke kanan “Kesenggol Jambret”,
Jalan di depan “Dikuasai Maling’,
Jalan di Belakang penuh “Tukang Peras”,
Yang di atas “Tukang Tindas.”

Lihatlah PARA MALING itu
kini mencuri secara Berjamaah.
Mereka berSaf-Saf Berdiri Rapat,
Teratur Berdisiplin dan Betapa Khusyu’.
Begitu rapatnya mereka berdiri
susah engkau menembusnya,
Begitu Sistematis.

Itukah rezim yang kalian banggakan dan di bela-bela.
Lalu dari sisi mana hebatnya rezim sekarang ini.

"Puisi Baru Taufik Ismail"
.

Assalamualaikum warahmatullahi Wabarokatuh Selamat Pagi Ananda semua, ini adalah kegundahan dan penglihatan seorang puiser Taufik Ismail ttg negeri hari ini

Dirimu telaah maksudnya, cari fakta dan data untuk membenarkan, atau membantah, tentu secara logis dan bersandar pada
1. Tujuan Nasional,
2Pancasila dg penjabaran nya,
3 dan Konstitusi UUD 1945
- Pasal 1 ayat 2
- pasal 27 s,d 34

Yunitra Devi:
Setelah dapat hasil analisanya hubungkan dengan persatuan dan kesatuan dimasa Reformasi..

MOHON DIBANTU TEMAN-TEMAN​

Puisi negeriku dilahap rayap berisikan tentang keprihatinan taufik ismail pada kondisi di era reformasi

Pembahasan

Puisi ini menggambarkan keadaan di era reformasi saat ini sangatlah tidak baik.anggota dewan yg dipilih banyak yang tidak mewakilkan rakyat lagi.Fakta pejabat banyak yang tersandung kasus korupsi, gratifikasi menggambarkan bahwa banyak dari mereka lebih memilih mementingkan diri sendiri yang digambarkan oleh taufik ismail sebagai maling.  Keadaan ini membuat amanat pasal 2 ayat 1 sudah tidak terjalani dengan baik.

Tujuan nasional yang terangkum dalam pancasila sudah tidak terjalani dengan baik terutama sila pertama keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia yang dikeluhkan pada puisi ini. Keluhan ini tergambar pada kalimat rakyat sengsara.Pasal 27-34 yang mengatur tentang hak-hak dan kewajiban rakyat indonesia terutama hak mendapat kehidupan yang layak, hak mendapat pekerjaan yang layak. Rakyat yang di gambarkan oleh taufik ismail dalam keadaan sengsara menggambarkan fakta tingginya angka pengangguran dan meningkatnya  biaya hidup dasar per tahun.

Pelajari lebih lanjut

Materi hak dan kewajiban warga negara https://brainly.co.id/tugas/3103346

#BelajarBersamaBrainly